Gaya Berkendara Hemat dan Boros BBM

Gaya Berkendara Hemat dan Boros BBM

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Faktor hemat dan tidaknya penggunaan bahan bakar pada kendaraan memang dipengaruhi dari gaya berkendara setiap orang. Selain itu memang dari pengaruh teknis dalam suatu kendaraan dari jenis BBM, modifikasi, beban hingga modifikasi.

Harga BBM jenis Premium yang sudah naik menjadi Rp 6.500 ini memang membuat beberapa penggunanya resah. Untuk itu para pemilik kendaraan harus lebih cermat lagi dalam melakukan penghematan dalam hal ngirit bbm.

Lalu dampak apa saja yang akan terjadi jika Anda mencoba menghemat BBM dengan cara mengubah gaya berkendara. Apa bedanya dan mengetahui gaya berkendara hemat dan boros BBM. Berikut ciri-ciri, keuntungan serta kekurangan masing-masing:

Ilustrasi Gaya Berkendara Boros BBM
Ilustrasi gaya berkendara boros BBM (Image: otoasia.com)

Gaya Berkendara Boros BBM:

  1. Tidak peduli akan temperatur kerja mesin (memanaskan mesin sebelum dipergunakan).
  2. Terbiasa main geber saat memanaskan mesin dan mengabaikan fungsi choke.
  3. Tidak membiasakan jaga jarak saat di jalan.
  4. Suka melakukan pengereman mendadak.
  5. Melakukan akselerasi secara mendadak.
  6. Sering membawa muatan melebihi ketentuan pabrik.
  7. Membiarkan mesin menyala tanpa pemakaian (Biasa pada lampu merah).
  8. Keuntungan: Bisa cepat sampai ke tempat tujuan.
  9. Kekurangan: Bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain dan tentunya boros BBM dan boros biaya.
Ilustrasi gaya berkendara hemat BBM
Ilustrasi gaya berkendara hemat BBM (image: otoasia.com)

Gaya Berkendara Irit BBM:

  1. Memanaskan mesin kendaraan minimal 1 menit baik dengan choke atau membiarkan putaran mesin stasioner.
  2. Menjaga jarak antar pengendara lain.
  3. Melakukan pengereman lebih lembut.
  4. Melakukan akselerasi lebih lembut.
  5. Menjaga beban muat tidak melebihi ketentuan daya angkut kendaraan.
  6. Mematikan mesin saat mengetahui lampu merah lama (sistem ini sama dengan teknologi Auto Start/Stop mobil).
  7. Keuntungan: Hemat BBM, keselamatan diri sendiri dan orang lain akan lebih terjaga dan biaya pengeluaran lebih sedikit.
  8. Kekurangan: Lebih lama sampai tempat tujuan.

Dari komparasi di atas untuk gaya berkendara mana yang menjadi pilihan terbaik Anda? Sebagai tambahan informasi, kombinasi kedua hal bisa terjadi tapi apabila tepat guna. Ada kalanya berkendara hemat tapi ada waktunya juga diperlukan gaya berkendara boros. semoga tips gaya berkendara hemat dan boros bbm bisa bermanfaat buat Anda.

sumber: http://www.otosia.com/berita/komparasi-gaya-berkendara-hemat-dan-boros-bbm.html

[/vc_column_text][dt_gap height=”15″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/4″][vc_facebook type=”button_count”][/vc_column][vc_column width=”1/4″][vc_tweetmeme type=”horizontal”][/vc_column][vc_column width=”1/4″][vc_googleplus annotation=”inline”][/vc_column][vc_column width=”1/4″][vc_pinterest][/vc_column][/vc_row]