Menelusuri Wisata Selat Madura

Menelusuri Wisata Selat Madura

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jembatan Suramadu menjadi ikon baru Jawa Timur, sudah kerap orang tahu. Bila menyusur jembatan pun biasa, kini melintas di kolong Suramadu wajib dicoba!

Menapak jalanan, melempar pandangan, menjelajah sudut demi sudut Kota Pahlawan dengan Rental Mobil Surabaya, akan lengkap bila ditambahi pengalaman menyisir perairan di Selat Madura. Bila suatu kesempatan silam, pernah menikmati jalur penyeberangan melalui dermaga Ujung menuju Kamal Madura. Itu baru sepertiga dari sensasinya menelusuri selat madura.

Menggunakan Kapal Ferry, sama seperti yang dipakai untuk menyeberang Selat Madura, Anda dapat menikmati jelajah menelusuri Selat Madura. Rute yang dipakai, start dari Pelabuhan Ujung Surabaya berbelok ke Barat hingga melintasi dermaga bongkar-muat milik PT. Terminal Petikemas Surabaya. Kemudian berbalik, bergerak ke Timur hingga melintas di kolong Jembatan Suramadu. Lalu berbalik kembali menuju dermaga Ujung-Surabaya.

Hijau permukaan air laut menyapa penumpang kapal tipe Ro-ro Passanger, buatan Jepang tahun 1986, yang bergerak pelan itu. Kapal baja milik PT. Dharma Lautan Utama itu di desain khusus untuk kebutuhan Wisata Bahari, di luar fungsi utamanya sebagai sarana penyeberangan di Selat Madura.

“Kapal Wicitra Dharma masih satu-satunya kapal wisata yang ada di sini,” terang Eko S. Wahyudi, Asistem Manager Promosi Usaha PT. Dharma Lautan Utama. Kapal dengan dimensi panjang 53 M, lebar 12 M, dan dalam 3,6 M ini semula hanya melayani lintas penyeberangan Ujung-Kamal. Kemudian pada awal 2007 mulai digagas untuk menambah perannya sebagai sarana Wisata Bahari.

Sekilas diperhatikan bentuk kapal ferry ini sama dengan kapal penumpang lain yang juga beroperasi di sana. Namun perbedaannya akan tampak bila kita masuk dan berada di deck C, desain ruang penumpang begitu berbeda.

Eksklusif
PT.-Dharma-Lautan-Utama-memiliki-dua-kapal-lain-yang-sama-yaitu-sebagai-sarana-wisata-bahariFasilitas yang tersedia dalam kapal ini; VIP Chamber, Mini Theatre, Kid’s Playland, dan Cafetaria. “Tiga kapal kami memang disiapkan untuk tujuan MICE Float Facility. Jadi segala fasilitas pendukungnya disiapkan untuk kebutuhan Meeting, Incentive, Converence, dan Exhibition,” papar Eko dalam suatu perjalanan bersama Wicitra Dharma.

PT. Dharma Lautan Utama memiliki dua kapal lain yang sama yaitu sebagai sarana wisata bahari. Dharma Ferry IX, yang ditempatkan di Pulau Lombok. Dan satu lagi Mustika Kencana, yang kabarnya berukuran lebih besar dari yang lain.

Dalam dua tahun terakhir kehadiran kapal wisata bahari ini telah mampu menarik minat masyarakat. Beberapa sekolah, istitusi hingga kelompok masyarakat, kerap menyelenggarakan kegiatan di atas kapal. Rata-rata mereka menyewa sistim paket dengan durasi pelayaran selama tiga jam.

Peserta akan mengikuti pelayaran dengan rute berkeliling di sekitar Selat Madura. Sementara obyek yang bisa dilihat sepanjang pelayaran, bangunan kantor Administrasi Pelabuhan (ADPEL), Patung Jalasveva Jayamahe. Kawasan Komando Angkatan Laut RI Kawasan Timur Indonesia, hingga melintas Jembatan Suramadu. Bila berlayar ke arah Pelabuhan Gresik, melihat proses bongkar muat Petikemas, melihat Mercusuar yang berdiri di bibir laut Pulau Madura, dan sekitarnya.

Informasi Wisata Bahari:
Jl. Kanginan 3-5 Surabaya
Telp: (031) 5341991, 5353505 ext. 228/229[/vc_column_text][dt_gap height=”15″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/4″][vc_facebook type=”button_count”][/vc_column][vc_column width=”1/4″][vc_tweetmeme type=”horizontal”][/vc_column][vc_column width=”1/4″][vc_googleplus annotation=”inline”][/vc_column][vc_column width=”1/4″][vc_pinterest][/vc_column][/vc_row]